Frinda F. Florentina - Respon Rusia terhadap Rencana MAP-NATO Ukraina dan Georgia


Tugas Akhir/Skripsi Hubungan Internasional
Disusun oleh: Frinda F. Florentina
Universitas Airlangga
Program Studi Ilmu Hubungan Internasional
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik

Intisari:

Sejak awal, perluasan NATO ke Timur telah mengundang respon negative Rusia. Rusia menentang perluasan NATO tersebut dengan dalih bahwa perluasan tersebut mengancam Rusia, baik itu kepentingan nasional, militer, ekonomi, maupun politiknya. Akan tetapi, sikap Rusia tersebut tidak berlangsung lama mengingat kondisi Rusia saat itu, sehingga sepuluh Negara Eropa Timur dan Tengah akhirnya berhasil menjadi anggota NATO. Keberhasilan kesepuluh Negara tersebut kemudian banyak diikuti oleh Negara eks Uni Soviet lainnya, termasuk Ukraina dan Georgia. Rencana MAP Ukraina dan Georgia ini mendapat oposisi keras dari Rusia. Berbeda dengan keanggotaan sebelumnya, dimana Rusia menunjukkan dualisme kebijakan terhadap proses keanggotaan tersebut, para rencana MAP Ukraina dan Georgia kali ini Rusia tetap teguh pada sikapnya untuk menentang rencana MAP bagi kedua Negara tersebut dengan berbagai cara, baik melalui proses diplomasi maupun melalui ancaman.

Dalam penelitian yang bersifat eksplanatif ini, penulis menggunakan konsep boundary security, teori persepsi ancaman, teori strategi, dan coercive diplomacy dalam menjawab rumusan masalah. Jangkauan penelitian yang diambil adalah sejak Ukraina menerima status Intensified Dialog-nya pada tahun 2005 sampai berlangsungnya Bucharest Summit tahun 2008. Melalui data-data yang diperoleh, hipotesa atas rumusan masalah yang diajukan, yakni mengapa Rusia menentang rencana MAP Ukraina dan Georgia serta apa upaya yang dilakukan oleh Rusia untuk menentang rencana tersebut, adalah bahwa rencana MAP Ukraina dan Georgia dapat menganggu kedudukan Ukraina dan Georgia sebagai Sphere of Influence dan bufferzone Rusia serta dapat melemahkan posisi Rusia. Selain itu, adanya kecurigaan Rusia terhadap kepentingan Amerika Serikat yang dapat mengancam keamanan Rusia. Dalam upayanya, Rusia lebih mengedepankan cara-cara diplomasi, khususnya pemberian ancaman kepada Ukraina dan Georgia maupun Negara Eropa Lainnya melalui embargo ekonomi maupun serang militer.

No comments:

Post a Comment

Skripsi Hubungan Internasional - Headline Animator